Obat Asam Lambung Ranitidine

Foto stok gratis dispenser pil, kontainer, kotak obat

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Ranitidine merupakan obat untuk mengobati tukak lambung dan usus, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), produksi asam lambung yang berlebih, dan sindrom Zollinger-Ellison. Selain itu, ranitidine adalah obat asam lambung yang tergolong ke dalam histamin-2 blocker dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi perut Anda. Umumnya, obat asam lambung ini hadir dalam bentuk tablet, kapsul, injeksi, dan sirup yang diminum.

Peringatan

  • Menggunakan ranitidine dapat meningkatkan risiko pneumonia. Gejala pneumonia yang dapat Anda rasakan, yaitu:
  • nyeri dada
  • demam
  • sesak napas
  • batuk berlendir hijau atau kuning
  • Hindari konsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap ranitidine.
  • Tanyakan kepada jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, penyakit hati, atau porfiria.
  • Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Hindari minum alkohol karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pada perut Anda.

Efek Samping Ranitidin

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap ranitidine, seperti:

  • gatal-gatal
  • sulit bernapas
  • pembengkakan pada area wajah seperti bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • sakit perut
  • kehilangan nafsu makan;
  • urin berwarna gelap
  • kulit atau mata menguning
  • demam tinggi
  • menggigil
  • diare atau sembelit
  • nyeri dada disertai sesak napas
  • detak jantung tidak teratur
  • mudah memar atau berdarah

Interaksi Obat

Sebelum menggunakan obat ranitidine, Anda perlu mengetahui beberapa obat yang harus dihindari untuk meminimalisasi efek samping. Obat-obat tersebut meliputi:

  • Delavirdine: Hindari penggunaan delavirdine dengan ranitidine secara bersamaan karena dapat menurunkan efektivitas delavirdine.
  • Procainamide: Mengonsumsi ranitidine bersamaan procainamide dengan dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti antiaritmia.
  • Warfarin: Kombinasi ranitidine dengan warfarin dapat meningkatkan risiko pendarahan atau pembekuan darah. 
  • Triazolam dan midazolam: Kombinasi obat ranitidine dengan triazolam atau midazolam dapat meningkatkan risiko kantuk ekstrem.
  • Glipizide: Menggunakan obat glipizide bersama dengan ranitidine dapat meningkatkan risiko gula darah rendah. 

Dosis Penggunaan Ranitidine

Ada banyak faktor yang memengaruhi dosis penggunaan obat ranitidine, seperti usia, berat badan, dan kondisi medis tertentu.

Pengobatan tukak usus aktif

  • Dosis dewasa: berikan 150 mg diminum dua kali sehari atau 300 mg diminum sekali sehari.
  • Dosis anak (usia 1 bulan-16 tahun): dosis diberikan sebanyak  2 sampai 4 mg/kg BB per hari. Pemberian obat dibagi menjadi 2 waktu dengan 2 kali pemberian. Tidak boleh melebihi batas dosis maksimum 300 mg per hari.

Pengobatan Ulkus 

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg diberikan 2 kali sehari atau 300 mg sekali sehari. Obat ini dikonsumsi selama 8 sampai 12 minggu. Untuk mencegah gejala ulkus, Anda dapat mengonsumsi 150 mg 2 kali sehari.

Pengobatan radang esofagus erosif

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg dan diminum 4 kali sehari. Untuk pemeliharaan, 150 mg dan dikonsumsi 2 kali sehari.
  • Dosis anak-anak (1 bulan-16 tahun): dosis yang diberikan sebanyak 5-10 mg/kg BB per hari. Dosis dibagi menjadi 2 kali pemberian dengan batas maksimum 600 mg per hari.

Kelainan hipersekresi

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg dan diberikan 2 sampai 3 kali sehari dengan dosis maksimal 6 gram per hari.

Penyimpanan 

Simpan obat ini pada ruang dengan suhu kamar, yaitu sekitar 15°C dan 30°C. Jauhkan obat ini dari cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitas obat. Selain itu, simpan obat ini di tempat yang kering. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap dan basah seperti kamar mandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *