Atasi Asma dengan Obat Bronsolvan

Atasi Asma dengan Obat Bronsolvan

Bronsolvan merupakan obat yang mampu mengatasi serangan asma bronkial dengan kandungan teofilin. Asma terjadi karena adanya pembengkakan pada lapisan saluran udara yang menyebabkan lendir mengisi saluran udara. Hal itu bisa membuat berkurangnya jumlah udara yang dapat melewati saluran udara yang mengakibatkan penderitanya mengalami sesak napas.

Sekitar 10% anak-anak menderita asma. Dan asma pada anak biasanya disebabkan oleh alergi seperti alergi makanan, bulu hewan atau debu. Sedangkan 30 hingga 50 persen orang dewasa yang menderita asma tidak disebabkan oleh alergi atau yang disebut asma non alergi yang dapat dipicu oleh kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif atau polusi udara.

Gejala asma meliputi:

  • Rasa sesak di dada
  • Mengi (suara tinggi yang terdengar saat bernapas)
  • Batuk saat tertawa atau saat berolahraga
  • Kelelahan
  • Meningkatnya produksi lendir

Mengatasi Asma dengan Obat Bronsolvan

Bronsolvan adalah obat bebas terbatas, namun dalam penggunaannya Anda harus berdiskusi dengan dokter agar mendapatkan dosis yang tepat. Kandungan teofilin yang ada pada Bronsolvan, berguna untuk mengobati penyakit seputar paru-paru seperti asma dan bronkitis. Teofilin akan bekerja dengan mengendurkan otot-otot di sekitar saluran udara sehingga dapat terbuka dan membuat Anda dapat bernapas lebih mudah.

Ada tiga tanda utama asma yaitu:

  • Penyumbatan jalan napas

Pada orang normal, ketika bernapas maka pita otot yang berada di sekitar saluran udara menjadi rileks sehingga udara bisa bergerak bebas. Namun pada penderita asma, otot-otot tersebut menegang yang membuat udara sulit melewatinya.

  • Peradangan

Peradangan akibat membengkaknya saluran bronkial dapat merusak paru-paru. Hal tersebut membuat penderita asma harus menjalani pengobatan.

  • Iritabilitas saluran napas

Saluran udara pada penderita asma cenderung lebih sensitif. Jika bersentuhan dengan faktor pemicu yang bahkan bersifat ringan sekalipun, maka akan terjadi penyempitan pada saluran udara.

Asma merupakan penyakit jangka panjang yang mempengaruhi saluran udara. Di Amerika, asma adalah penyakit serius yang membuat 1,6 juta orang mengunjungi gawat darurat setiap tahunnya. Asma yang tidak ditangani dengan baik, bisa mengancam nyawa penderitanya.

Dalam beberapa kasus, pembengkakan yang terjadi pada saluran udara dapat mencegah oksigen mencapai paru-paru. Yang arinya oksigen tidak dapat masuk ke aliran darah atau mencapai organ vital. Karena itu, orang yang mengalami gejala asma parah membutuhkan pertolongan medis segera.

Seperti Apa Serangan Asma?

Serangan asma adalah saat di mana pita otot di sekitar saluran udara mengencang yang disebut bronkospasme. Selama serangan, lapisan saluran udara menjadi bengkak atau meradang, dan sel-sel yang melapisi saluran udara memproduksi lendir lebih banyak dan lebih kental dari biasanya.

Serangan asma ringan umumnya lebih sering terjadi dalam beberapa menit hingga jam. Namun serangan parah bisa berlangsung lebih lama dan membutuhkan bantuan medis. Anda harus mengenali dan mengobati gejala asma ringan guna mencegah asma berkembang menjadi parah.

Anda juga harus segera mendapatkan bantuan medis jika mengalami gejala seperti:

  • Napas cepat
  • Wajah, bibir, kuku pucat atau biru
  • Tertariknya kulit di sekitar tulang rusuk ke dalam saat menarik napas
  • Kesulitan bernapas, berjalan, atau berbicara
  • Gejala tidak membaik setelah minum obat

Jika serangan asma sudah berlangsung parah, maka obat seperti Bronsolvan tidak akan mampu mengatasinya. Serangan asma yang tidak mendapatkan perawatan tepat bisa membuat Anda tidak dapat berbicara dan membuat bibir Anda membiru. Bibir yang membiru mengartikan jika oksigen yang ada dalam darah semakin sedikit dan bisa menyebabkan hilangnya kesadaran dan bahkan kematian.

Obat Asam Lambung Ranitidine

Foto stok gratis dispenser pil, kontainer, kotak obat

Penulis: Agnes Sarila Wiridhani

Ranitidine merupakan obat untuk mengobati tukak lambung dan usus, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), produksi asam lambung yang berlebih, dan sindrom Zollinger-Ellison. Selain itu, ranitidine adalah obat asam lambung yang tergolong ke dalam histamin-2 blocker dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi perut Anda. Umumnya, obat asam lambung ini hadir dalam bentuk tablet, kapsul, injeksi, dan sirup yang diminum.

Peringatan

  • Menggunakan ranitidine dapat meningkatkan risiko pneumonia. Gejala pneumonia yang dapat Anda rasakan, yaitu:
  • nyeri dada
  • demam
  • sesak napas
  • batuk berlendir hijau atau kuning
  • Hindari konsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap ranitidine.
  • Tanyakan kepada jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, penyakit hati, atau porfiria.
  • Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini jika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Hindari minum alkohol karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pada perut Anda.

Efek Samping Ranitidin

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap ranitidine, seperti:

  • gatal-gatal
  • sulit bernapas
  • pembengkakan pada area wajah seperti bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • sakit perut
  • kehilangan nafsu makan;
  • urin berwarna gelap
  • kulit atau mata menguning
  • demam tinggi
  • menggigil
  • diare atau sembelit
  • nyeri dada disertai sesak napas
  • detak jantung tidak teratur
  • mudah memar atau berdarah

Interaksi Obat

Sebelum menggunakan obat ranitidine, Anda perlu mengetahui beberapa obat yang harus dihindari untuk meminimalisasi efek samping. Obat-obat tersebut meliputi:

  • Delavirdine: Hindari penggunaan delavirdine dengan ranitidine secara bersamaan karena dapat menurunkan efektivitas delavirdine.
  • Procainamide: Mengonsumsi ranitidine bersamaan procainamide dengan dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti antiaritmia.
  • Warfarin: Kombinasi ranitidine dengan warfarin dapat meningkatkan risiko pendarahan atau pembekuan darah. 
  • Triazolam dan midazolam: Kombinasi obat ranitidine dengan triazolam atau midazolam dapat meningkatkan risiko kantuk ekstrem.
  • Glipizide: Menggunakan obat glipizide bersama dengan ranitidine dapat meningkatkan risiko gula darah rendah. 

Dosis Penggunaan Ranitidine

Ada banyak faktor yang memengaruhi dosis penggunaan obat ranitidine, seperti usia, berat badan, dan kondisi medis tertentu.

Pengobatan tukak usus aktif

  • Dosis dewasa: berikan 150 mg diminum dua kali sehari atau 300 mg diminum sekali sehari.
  • Dosis anak (usia 1 bulan-16 tahun): dosis diberikan sebanyak  2 sampai 4 mg/kg BB per hari. Pemberian obat dibagi menjadi 2 waktu dengan 2 kali pemberian. Tidak boleh melebihi batas dosis maksimum 300 mg per hari.

Pengobatan Ulkus 

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg diberikan 2 kali sehari atau 300 mg sekali sehari. Obat ini dikonsumsi selama 8 sampai 12 minggu. Untuk mencegah gejala ulkus, Anda dapat mengonsumsi 150 mg 2 kali sehari.

Pengobatan radang esofagus erosif

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg dan diminum 4 kali sehari. Untuk pemeliharaan, 150 mg dan dikonsumsi 2 kali sehari.
  • Dosis anak-anak (1 bulan-16 tahun): dosis yang diberikan sebanyak 5-10 mg/kg BB per hari. Dosis dibagi menjadi 2 kali pemberian dengan batas maksimum 600 mg per hari.

Kelainan hipersekresi

  • Dosis dewasa: dosis sebanyak 150 mg dan diberikan 2 sampai 3 kali sehari dengan dosis maksimal 6 gram per hari.

Penyimpanan 

Simpan obat ini pada ruang dengan suhu kamar, yaitu sekitar 15°C dan 30°C. Jauhkan obat ini dari cahaya matahari langsung untuk menjaga kualitas obat. Selain itu, simpan obat ini di tempat yang kering. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap dan basah seperti kamar mandi.